Selasa, 23 Desember 2014

it's the matter of love and the matter of she

Bagaimana pria dapat menaruh luka pada wanita yang ia cintai?
Bagaimana luka itu dijadikan bunga yang indah bagi wanita?
Bagaimana lempingan hati yang telah berhamburan ia utuhkan kembali?
Bagaimana kata-kata kasarnya dijadikan sebuah lagu cinta untuk dirinya?

Bagaimana ketika ia melihat prianya berlari pada wanita lain?
Mengapa ia mampu menatap pecahan hati dengan kedua matanya?
Tidakkah begitu sakit?
Tahukah bagaimana ia bisa melihat itu? Ia melihatnya dengan membayangkan itu adalah dirinya bukan wanita yang lain.

Bagaimana bisa ketika kesalahan terus berulang tetapi masih bisa ia ucapkan "memaafkan"
Bagaimana bisa ketika rasa sakit yang ia rasakan lama tak ia ceritakan?
Bagaimana bisa ketika ia lelah untuk besabar tetapi tetap ia bisa bertahan?
Bagaimana bisa ketika waktu mengeluh padanya tetapi ia tetap akan menunggu?

Seolah mereka itu merasakan, tetapi mengapa masih ia abaikan?
Sebegitu lemahkah dihadapan mereka itu?
Mengapa sebegitu acuhnya?

Andai mereka tahu betapa istmewanya wanita, rasa sakit yang ia rasakan belum sesakit apa yang akan ia pertaruhkan nanti ketika cinta menghadirkan sebuah suara tangis indah dari RAHIMNYA...
Bukankah selayaknya wanita diperlakukan istimewa?
Bukankah wanita juga selayaknya berhak mencintai pasangannya dengan caranya?
Bukankah pria & wanita berhak membagi kasih sayang & cinta dalam sebuah perbedaannya..

wanita mencintai dengan perasaannya
pria mencintai dengan logikanya atau akal sehatnya
bukankah kedua itu bisa dipersatukan & menjadi sebuah pemahaman akan kedewasaan cintanya?
bagaimana bila itu terus dijadikan perbedaan?

wanita akan mencintai 1 seorang pria sepanjang hidupnya
karena ia menaruh sebuah kepercayaan akan pria itu bahwa kamu mampu mencintai aku sampai nafasku tak ada...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar