Senin, 27 Juli 2015

bukan limpahan harta
bukan setumpuk karung berisiintan permata
bukan indahnya rmah kaca
setidaknya cukup sederhana tetapi bahagia

ibarat walau sebuah bilik kecil
ibarat walau hanya makan nasi dengan garam
ibarat makan 1 piring berdua
ibarat hanya minum seteguk air

tapi... bukankah itu sudah sangat bahagia? apabila ada orang yang terdekat seperti keluarga yang memberimu support serta memberimu kebahagiaan tanpa batasan waktu..
lihatlah sebuah makna didalamnya
sebuah bilik kecil tapi cukup mampu menampung keluarga

bahagia tidak harus menjadi orang KAYA terlebih dahulu
dengan mensyukuri nikmat insyaallah akan selalu ada kebahagiaan didlm hidup

Sabtu, 25 Juli 2015

hubungan itu layaknya seperti pedang
apabila tidak diasah ia tumpul
semakin diasah ia semakin tajam
begitu pun hubungan semakin dijaga engan baik akan berakhir baik
lalu bila hanya didiamkan tanpa melakukan sesuatu pasti orang lain akan berada disisi orang yang kau syangi yang pada akhirnya merebutnya
seseorang akan merasa jauh lebih disayang
akan merasa lebih dicintai
akan merasa lebih dihargai
apabila seseorang itu pergi dan takkan kembali

bukan menakuti
tapi pada dasarnya manusia kebanyakan sama
ia baru akan menyadari
baru akan mengakui kalau itu telah terjadi

memang banyak juga yang tidak seperti
banyak yang memperjuangkan apa yang ia sayangi
tapi itu tidaklah banyak
manusia kebanyakan lebih mementingkan ego daripada mementingkan apa yang harus ia perjuangkan selagi ada

saya bercerita hanya untuk berbagi
apa yang saya alami apa yang saya telah lakukan
walaupun saya belum terlalu cukup dewasa akan memahami hal itu
tapi.. saya belajar dari pengalaman yang saya lihat
teman, saudara, bahkan orangtua yang saya lihat setiap harinya setiap waktu setiap detiknya

hubungan terjadi karena cnta bukan?
hubungan pun terjadi karena kepercayaan bukan?
hubungan itu adalah suatu komitmen bukan?
pacaran pun sudah dibilang komitmen sederhana
berjanji saling memiliki, menyayangi selagi mampu, memberi kasih sayang & cinta tanpa pasangan butuhkan
walau janji itu tidak tertulis tapi pada awalnya hubungan terjadi karena komitmen masig-masing

contoh hal kecil
pasangan saling mengatakan "pah, papah gantian ya kalo malam gantiin popok dede kita saling kerjasama ngasuh dede yah pah" suaminya pun menjawab "iyah mah, kasian mamah juga capek jdi kita gantian" perkataan itu pun NIHIL akhirnya. sering lupa itu yang jadi masalah & selalu menyepelekan menganggap gampang sesuatunya.
kenyataannya adalah saling membahas itu "pah, mamah kan capek gantian apa pah" "papah juga capek pulang kerja mah pulang ko malah marah?" bukan begitu?

bukankah keputusan sudah dibuat bersama? lalu apa salahnya saling menghargai?
menghargai dan menyayangi tidak perlu butuh waktu lama?
dengan meyepelekan bukankah justru membuat permasalahan baru?
sepele bukan?

ya itulah segala macam pasangan
setidaknya kita harus mau belajar dari pasangan orang lain
tida usah jauh cukup dari orangtua
bagaimana saat dia bertengkar? apa saja yang diperdebatkan?
lalu bagaimana saya nanti mngatasi itu apabila suatu saat masalah itu terjadi pada keluarga saya?

just share
sorry menyinggung tapi hanya bermaksud memberi inspirasi apa yang selama ini saya pelajari dan jalani :-)
kesabaran biasa lebih prioritas pada wanita
karena memang kodratnya sudah seperti itu
Allah beri ia kasih sayang yang lembut
Allah beri wanita dengan rasa cinta yang tulus 
Allah beri ia kesabaran lebih daripada laki-laki
Allah beri ia keelokan paras serta hatinya

selayaknya manusia patut bersabar
bukan hanya wanita saja yang sabar
pria juga tentu Allah beri kesabaran
hanya takarannya saja yang berbeda

pria layaknya api yang menggebu-gebu
namun wanita layaknya air yang menyejukkan
Allah memberikan seadil-adilnya
jangan tanyakan mengapa saya bereda?

segala yang ia Ciptakan
ada suatu rencana yang Indah didalamnya

apa salahnya meghargai satu sama lain?
menghragai segala apa yang dilakukan apa yang disukai oleh orang lain.